Manusia yang bernama Rocky Gerung ini udah lama jadi perhatian gue. Bukan semata-mata karena sikap sinisnya pada pemerintah—kalo yang kayak begini ada banyak—tapi lebih kepada posisinya yang unik: ia mendalami filsafat, berpikiran liberal (walau bukan JIL), mungkin atheis atau agnostik—yang jelas tidak religius, TETAPI menjadi pujaan mereka yang lebih konservatif seperti kelompok 212, simpatisan PKS, FPI, dan semacamnya. Di twitter—sebagai habitat, atau tepatnya “kolamnya” Rocky—cukup banyak yang tau betapa absurdnya posisi Rocky, tapi sepertinya belum juga membuat para pemujanya sadar. Sampai akhirnya di ILC tanggal 7 April 2018 kemarin, "Pemain akrobat kata-kata" ini bisa dibilang terpeleset dan menimbulkan kontroversi.
Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahok. Tampilkan semua postingan
Senin, Mei 14, 2018
Rocky Gerung, Pemain Akrobat Kata-kata yang Akhirnya Terpeleset
Manusia yang bernama Rocky Gerung ini udah lama jadi perhatian gue. Bukan semata-mata karena sikap sinisnya pada pemerintah—kalo yang kayak begini ada banyak—tapi lebih kepada posisinya yang unik: ia mendalami filsafat, berpikiran liberal (walau bukan JIL), mungkin atheis atau agnostik—yang jelas tidak religius, TETAPI menjadi pujaan mereka yang lebih konservatif seperti kelompok 212, simpatisan PKS, FPI, dan semacamnya. Di twitter—sebagai habitat, atau tepatnya “kolamnya” Rocky—cukup banyak yang tau betapa absurdnya posisi Rocky, tapi sepertinya belum juga membuat para pemujanya sadar. Sampai akhirnya di ILC tanggal 7 April 2018 kemarin, "Pemain akrobat kata-kata" ini bisa dibilang terpeleset dan menimbulkan kontroversi.
Senin, April 24, 2017
Ahok Sang Penista - Politik Karikatur Part II
Pilkada DKI 2017 yang melelahkan telah usai. Walau belum diresmikan KPU, tapi sudah hampir dipastikan kalo pemenangnya adalah pasangan Anies Baswedan - Sandi Uno. Pasangan petahana, Ahok - Djarot harus rela meninggalkan Balai Kota dengan kekalahan yang cukup telak.
Setalah putaran pertama, secara matematis, memanglah Anies yang diprediksi menang berkat tambahan suara dari para pemilih Agus - Silvy. Namun nggak ada yang menyangka kalo jarak perolehan suara Ahok dan Anies akan begitu jauh, meleset dari perkiraan berbagai lembaga survei. SMRC memprediksi suara Anies - Sandi 47,9%, sementara Ahok 46,9%. LSI memprediksi selisih 9%, yang juga kurang signifikan. Banyaknya jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan saat survei dilakukan diduga menjadi penyebab melesetnya berbagai prediksi.
Selasa, Desember 13, 2016
Era Dihital, Era Anti-Baper
Dunia internet identik dengan kebebasan, dimana setiap orang bisa berekspresi (hampir) tanpa batas. Fenomena berita hoax di Facebook, komentar kurang ajar di YouTube, perang hestek dan opini di Twitter (Twitwar) adalah efek samping dari kebebasan internet, yang seharusnya cukup diatasi oleh aturan-aturan yang dibuat oleh para penyedia layanan.
Langganan:
Postingan (Atom)
